Senin, 14 Juni 2010

Kemenangan yang tertunda.....


Pukul 13 Siang
Di tengah terik
Berdiri disini
Ditemani panas
Di depan kantor pusat
Menunggu 54 yang tak kunjung lewat

Tujuanku Depok, fisipui
Demi sebuah statement "menyerah"
Penyerahan diri lebih tepatnya
Untuk sebuah kelulusan yang tertunda
Untuk sebuah puncak perjuangan yang tertahankan

Ada juga beberapa buku pendukung skripsi yang hendak kukembalikan
Karena deadline, bukan karena aku sudah lelah menekurinya lembar demi lembar
Bukan....

Karena kelakpun aku masih perlu menekurinya sekali lagi
Untuk sebuah kelulusan yang tertunda
Dan 54 pun akhirnya terlihat
Dari radius 100 meteran di jalan sana
Berkebut dengan 46 model lama
Mereka mirip....

Perlu beberapa langkah berlari sedang untuk naik ke 54 yang ku stop
Tak apa....

Sebuah penyerahan
Skripsi ini
Tidak bisa selesai semester ini
"ga kekejar, ga cukup data, ga cukup analisis"
dan terbentur waktu
28 Juni nanti......
Aku sudah harus kembali ke penempatanku yang sebenarnya
Perwakilan Provinsi Lampung
Delapan jam dari Tangerang.......

-aku yang selalu berdamai dengan diri sendiri, dan terjadilah waktu ini-

Senin, 31 Mei 2010

Ketika kita di kritik

Izin Share dari Blog sebelah..... semoga manfaat....aamiin.. :)

Ketika kita menghadapi kritikan
Santun dalam Mengkritik dan Dikritik
19-04-2010 / 06:01:42

Karena ada kritiklah kita bisa lebih mendewasakan diri dan karena ada cacianlah kita dapat memperbaiki diri


إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ



kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS.103:3)

Sebagai seorang muslim dan meyakini penuh bahwa Islam tidak bisa tegak dengan sendiri-sendiri maka interkasi kerjasama dengan saudara lain adalah penting. Bersama dalam bahagia dan sekaligus duka, tidak rela saudaranya terjerumus dalam jurang dosa dan kesesatan.

Maka wajiblah antara kita saling ingat, kritik dan nasehat. Dan wajib jugalah mau menerima kritik dan nasehat dengan lapang dada. Buka berpikir negative bahwa itu sebuah kebencian tetapi sebuah bukti kasih sayang dia atas kita.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: حَقُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّيَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: اِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلّمْ عَلَيْهِ، وَ اِذَا دَعَاكَ فَاَجِبْهُ، وَ اِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَ اِذَا عَطِسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمّتْهُ، وَ اِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَ اِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ. مسلم



Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Haqnya orang Islam atas orang Islam yang lain itu ada enam. Lalu (beliau) ditanya, "Apasaja enam itu ya Rasulullah ?". Beliau menjawab, "1. Apabila kamu bertemu dengannya ucapkanlah salam kepadanya, 2. Apabila dia mengundangmu maka datangilah, 3. Apabila dia minta nasehat kepadamu maka berilah nasehat, 4. Apabila dia bersin dan memuji Allah maka doakanlah dia, 5. Apabila dia sakit maka jenguklah, dan 6. Apabila dia meninggal maka antarkanlah jenazahnya". [HR. Muslim juz 4, hal. 1705]

Puncak kesuksesan seseorang bermuara pada kelapangan dada dalam menerima kritikan. Namun, anehnya tidak semua orang suka dikritik, karena beranggapan kritik adalah penghinaan yang menurunkan harga diri dan mencemarkan nama baik. Padahal kalau kita bisa menyikapinya, kritikan tidak akan menjadi bumerang melainkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Lalu, bagaimana caranya agar kita siap menerima kritikan orang lain?

Cara yang efektif untuk bisa berlapang dada dalam menerima kritikan, dapat diawali dengan teknik mencari tahu kelemahan diri dari kerabat terdekat. Teknik ini bukan untuk mencari kelemahan agar mudah dipersenjatai melainkan memudahkan kita dalam mengetahui kekurangan diri.

Orang terdekat akan lebih terbuka dalam memberikan kritikan. Kritik tersebut tidak hanya dalam hal keindahan, seperti cocok atau tidak baju yang kita pakai, akan tetapi mintalah dikritik mengenai perilaku kita. Apakah sudah sesuai dengan yang mereka harapkan? Juga apakah sikap kita aman bagi orang lain?

Bahkan dalam riwayat shahabat, beliau-beliau tidak segan bertanya adakah yang salah dengan diri saya? Adakah kesalahan yang sudah saya lakukan? Sehingga para shahabat yang lain akan memberikan penilaian dan tanggapan dengan santun dan sayang.

Dengan mengetahui kelemahan diri, maka akan memperjelas kekurangan diri sehingga termotivasi untuk terus melakukan perbaikan. Apabila teknik mencari tahu kelemahan diri ini dipraktekan secara kontinyu dan konsisten, bisa dipastikan akan terbangun sikap dan perilaku pengendalian diri. Karena ada orang-orang disekitar yang mengawasi sikap dan perilaku kita, selain Allah tentunya.

Ketika teknik mencari kelemahan diri dari kerabat terdekat tersebut sudah dikuasai, dengan sendirinya kita akan siap menerima kritikan dari orang lain. Kita tidak akan merasa dilemahkan oleh kritikan. Justru diuntungkan, karena sudah dibantu oleh orang-orang untuk memberikan masukan demi perbaikan diri.

Dan seseorang bisa berlapang dada menerima kritikan jika hatinya bersih. Dalam hati yang bersih terdapat kestabilan dalam mengatur diri. Sepedas apapun kritik akan dihadapi dengan ketenangan. Seandainya kritik itu benar, maka kita akan bersyukur karena ada yang mengingatkan. Dan bila kritik itu berada diluar diri-berupa fitnah-maka berusahalah untuk mengambil pelajaran darinya.

Untuk itu saudaraku, tidak ada kritik yang akan melemahkan diri. Kita tidak akan terhinakan oleh kritik dan kita pun tidak akan dipermalukan oleh pedasnya cacian. Semua perlakuan dari orang lain itu adalah rezeki. Karena ada kritiklah kita bisa lebih mendewasakan diri dan karena ada cacianlah kita dapat memperbaiki diri.

Jadi ketika menerima kritik, jangan langsung tergesa membela diri. Dengarkan, berpikir positif dan berterimakasih. Bagi yang akan mengkritik, perhatikan cara, waktu dan tempat. Jika dapat memilih maka pilihkan timing setepat mungkin, dengan bahasa dan komunikasi sebaik mungkin sehingga bisa efektif dan benar-benar menyuburkan silaturrahim dan keimanan. (iRm@)


Rabu, 12 Mei 2010

Eureka....

Alhamdulillah...
Eureka, akhirnya kutemukan...jurnal-jurnal content of advertising bwt skripsikuuuuu...

Rabu, 05 Mei 2010

dan akhirnya 54 itu pun tak datang lagi....

Selasa, 04 Mei 2010
Ada pengalaman baru setelah kuliah akuntansi biaya kali ini, pertemuan ke-6 di semester ini, materi Alokasi Joint Cost Berdasarkan Market Value Method, hufft...
Pak Adang, sang dosen, lebih malam selese ngajarnya...dan hal ini pun terjadi, ga dapet bis pulang ke Tangerang karna mang dah malem banget, semenit dua menit di tunggu, 81 Depok-Kalideres atau 54 Depok-Grogol tak kunjung datang..dan waktu pun menunjukkan pukul 22.15 wib..masih di Depok...tidaaaakkk...alternatif nginep di rumah kerabat yang domisili di Depok sempat terbetik, tapiii...ga nyaman aja tanpa ada baju ganti, jilbab ganti..bisa minjem jg sih, tapiii...lebih enak pulang..walaupun malam makin larut.  Dan RM Padang di belakang halte kober pun menunjukkan tanda-tanda akan tutup..orang-orang di halte pun semakin sedikit..sedikit..dan tersisa lah aku saja.... Taksi Express yang sedari tadi terparkir di dekat halte, menjadi solusi terakhirku untuk pulang...bener-bener pengalaman pertama pulang kuliah dengan taksi....ga da pilihan..minimal sampai menemukan kendaraan umum terdekat yang bisa di jangkau, selain taksi tentunya.  Sepanjang perjalanan, pak supir ngajak ngobrol, "masih kuliah neng?" "tinggalnya dimana?" dan pertanyaan lain yang ku jawab satu persatu...ingin tahu balik ku bertanya tentang pengalamannya jadi supir taksi, heheheh ngorek informasi orang aja

Kamis, 22 April 2010

ikut pelatihan kepenulisan

hari ini di merapi raya, asma nadia center

perjalanan ini...untukmu pak...

         14 April 2010, Rabu sore aku harus berangkat ke Jogja, sendiri.  Bulek dan Kakak ku sudah berangkat lebih dulu Selasa sore.  Aku, karena di kantor sedang TL (Tugas Luar) sampai Rabu ini, jadi tak apa menyusul sendiri ke Jogja.  Kuputuskan menggunakan kereta api ekonomi Progo dari stasiun Pasar Senen.  Cabut dari kantor di daerah Pejompongan langsung menunju Senen.  Menunggu bis jurusan Senen di halte depan kantor lama nya bukan main, keputusan terbaik adalah ke Grogol dulu, dua ribu menuju grogol dengan Kopaja 88, di depan Univ. Tarumanegara banyak bis menuju Senen walau ku tahu memang kecil kemungkinan dapat duduk.  Yupz tak apa lah, intinya bisa sampai Stasiun dengan cepat dan selamat, apalagi aku juga belum punya tiket keretanya.
          Benar dugaanku, lahan berdiri pun sudah penuh di dalam perut bis.  Aku join ke grup berdiri, sapa takut, sama-sama kucel, sama-sama cupu n sama-sama bau, senasib kita lah....Dengan dua ribu lima ratus rupiah, aku terangkut dari Grogol sampe Terminal Senen.  Kondektur bis P157 Tangerang-Senen yang kunaiki agak maruk juga yah, memang ini jam sewa, waktu lagi banyak banyaknya penumpang, bisa jadi jam pulang kerja, jam-jam yang memang disukai awak bus.   Tapi Pak kondektur ini terlalu menurutku, jalan di antara kursi sayap kanan dan sayap kiri dah penuh sama penumpang hadap hadapan atau belakang belakangan, kebayang kan sesaknya, di dekat pintu depan dan belakang bis juga penuh penumpang dan pak kondektur masih dengan semangatnya menaikkan penumpang, ngeri juga melihat penumpang minggir banget posisinya di pintu bis ho..ho...Penumpang yang hendak turun pun harus penuh perjuangan berjalan himpit himpitan dengan penumpang lain yang menghalangi di dekatnya.  Fiuh, dah gitu masih ada aja penumpang yang di naekin pak kondektur sampai memenuhi anak-anak tangga sempit di dekat pintu.  Aku...jangan tanya, aku dah cari posisi wuenak di belakang pak supir, berdiri, lumayan lah aman dari gangguan lalu lintas penumpang.  Bus masuk ke terminal sekitar pukul 18.30an.  Bapak-Bapak di sebelahku juga hendak ke stasiun, mau ke Tasik katanya..hayu lah pak, nyeberang bareng..lokasi stasiun senen di depan terminal senen, harus menyeberang jalan yang sarat kendaraan besar dan kecil, ngeri juga kalo lengah dikit.. Antri tiket, di loket tiket yang  merupakan bangunan segi empat tidak terlalu besar, dengan loket-loket di tiap sisi bangunannya, aku ambil posisi antri di loket kereta api progo, padahal ga ada orang di belakangku..hehehehe bukan antri tu namanya yah.. di kaca loket tertulis "tiket duduk habis" "yaaaaah..berdiri deh..perjalanan begitu lama harus berdiri? mang kereta Jakarta-Bogor.." mas mas pegawai tiketnya keliatan sibuk.. "mas...yang duduk dah bener-bener abis mas?" penasaran juga. hehehe..abis pny pengalaman naek progo juga juni 2009 kemaren, naek dari jatinegara tulisannya "tiket duduk habis" tapi mas-mas pegawai loketnya kasihan kali liat bawaaanku yang banyak dikasih deh satu kursi kosong...kali aja berlaku untuk hari ini..."habis mbak..berdiri mau..?" ga da jalan laen
(not yet finish... )

Selasa, 30 Maret 2010

Kala kita kehilangan...

 Cerita tepat sepekan yang lalu...
Hari ini tidak menikmati perjalanan ke kantor, karena mataku terpejam alias tidur. Tidur di kopaja 88 kalideres-slipi, untuk sebagian orang sih ga aman, tas, dompet, handphone rawan pencurian. Tapi aku nya yang dah bandel jadi kebal dah, tas dipangku dan dipegang erat meski sambil tidur.


Waktu fingerprint absen kantor menunjukkan 07.22 WIB, aku belum telat, presensi maksimal jam 07.45 WIB. Menunggu lift ke lantai atas, masuk ke ruangan "STAFF PKPK" (Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kerja). Menuju kursi ku (kursi pinjeman staff lama, mas pulung) sebuah cubical yang nyaman, di pojok, strategis dan tetep tersembunyi, deket dispenser galon jg hehehe :p saat pandanganku ke arah leci bawah. lho...masya Allah, laptop ku si pavilion ga ada ditempatnya, ilang, kemana dia yah....masih terbayang kemaren si pavilion ditaro di atas laci dengan softcase batik nya, memang ga terkunci kondisinya namun sejauh ini selalu aman, ya Allah.....hilang...laptopku...ga bisa ngetik, ga bisa kerja pake laptop....ga bisa liat-liat foto-foto, ga bisa browsing, ga bisa ngeblog dr laptop, ga bisa ngerjain skripsi, ga bisa nonton dvd di laptop, ga bisa denger MP3 lagi, ga bisa iseng ngetik cerpen....ya Allah...aku deg-degan...apakah bener bener hilang...

Aku berusaha tenang...melihat-lihat sekeliling, tengok sana tengok sini, ga ada, tanya mba-mba yang suka bersihin ruangan, dia juga ga tau, telepon temenku yang sama-sama penempatan sementara, ga diangkat, tenang..tenang...aku berusaha tetep cool, menunggu Mba Santy, staff PKPK senior yang blm ada dikursinya, siapa tau dia amankan karena tau laptopku ga dikunci di lemari....sosok Mba Santy muncul, kucoba tanyakan dengan penuh harapan, "mba..mm..aku naro laptop di bawah meja ga ada ya...mba liat ga kemaren..." susunan kata yang straight to the point, dengan mimik tidak taunya mba santy, menambah deg degan dan jangan jangan ku, ilang dong ya...yaa koq ga ada ya "aku kira disini aman mba, karna dari kemaren aku taro disana laptop aman-aman aja " "aku ga tau wi, aku kemaren pulang terakhir ga liat, emang dulu pernah ada kejadian keilangan jg diruangan ini" statement Mba Santy menambah kekalutanku "yaaaaaaa...ilang dong" masih bisa nyengir-nyengir aku dah mau nangis.... "makanya, besok-besok jangan ditaro disana lagi ya, takutnya ilang..." "kalo sekarang ga ilang kok....orang aku taro di laci...aku kunci di dalem sana..." wuaaaaaaaaaaa...alhamdulillah.....terima kasih Mba Santy :) lain kali emang harus lebih care ma keberadaannya si pavilion yah, susah sekali dia aku dapatkan, berhemat dan menunggu saatnya tepat.....semoga bermanfaat lebih lama, puluhan tahun, mempermudah kegiatanku dan memperlancar proses penyusunan skripsiku,dan memberi manfaat juga bwt orang lain, satu lagi, semoga dengan adanya laptop ini, lebih berkah lagi fungsinya....Menjaga barang yang kita punya adalah wujud kita bersyukur atas apa yang Allah berikan pada kita, syukuri keberadaanya dan semoga manfaatnya bisa juga sampai pada orang lain disekitar kita.  Barokallahu...